Panduan Lengkap Kirimi: WhatsApp API untuk Broadcast, Auto Reply, AI Agent, dan Integrasi
Kirimi adalah platform WhatsApp API untuk bisnis yang ingin mengelola chat pelanggan, broadcast, auto reply, AI Agent, reminder, OTP, webhook, dan automation dari satu dashboard. Artikel ini merangkum panduan utama di Kirimi Mono menjadi alur yang lebih mudah diikuti, terutama untuk pemilik bisnis, tim customer service, marketer, dan developer yang ingin mulai memakai WhatsApp secara lebih terstruktur.
Kalau kamu baru pertama kali memakai Kirimi, fokus awalnya sederhana: buat akun, hubungkan nomor WhatsApp, rapikan kontak, lalu aktifkan fitur yang paling berdampak untuk operasional bisnis. Setelah fondasi ini siap, kamu bisa masuk ke fitur lanjutan seperti broadcast terjadwal, AI Agent, reminder otomatis, WABA, OTP, webhook, Google Form, dan n8n.
Kenapa Bisnis Butuh WhatsApp API?
WhatsApp masih menjadi kanal komunikasi utama banyak pelanggan di Indonesia. Masalahnya, operasional manual cepat menjadi berat saat chat mulai banyak, pelanggan perlu follow up, database kontak makin besar, dan tim butuh riwayat yang rapi. WhatsApp API membantu bisnis membuat proses ini lebih konsisten.
Dengan Kirimi, bisnis bisa menghubungkan nomor WhatsApp, mengatur balasan otomatis, mengirim broadcast ke segmen kontak, memakai variabel personalisasi, menyiapkan AI Agent untuk menjawab pertanyaan umum, dan mengintegrasikan WhatsApp dengan sistem lain melalui API atau webhook.
1. Mulai dari Akun dan Dashboard Kirimi
Langkah pertama adalah membuat akun Kirimi. Siapkan nama lengkap, email aktif, nomor WhatsApp, dan password. Setelah akun dibuat, login ke dashboard untuk mengatur perangkat, kontak, auto reply, broadcast, dan fitur lain yang dibutuhkan.
Untuk pemula, urutan yang paling aman adalah:
- Buat akun dan login ke dashboard Kirimi.
- Pilih paket sesuai jumlah nomor aktif dan fitur yang dibutuhkan.
- Hubungkan nomor WhatsApp melalui menu device atau akun WhatsApp.
- Buat auto reply pertama agar chat masuk bisa langsung dijawab.
- Rapikan kontak sebelum mulai broadcast.
Panduan detailnya bisa dibuka di Panduan Getting Started Kirimi.
2. Hubungkan Nomor WhatsApp ke Kirimi
Setelah paket aktif, buka menu device atau akun WhatsApp, lalu pilih nomor yang ingin dihubungkan. Kirimi akan menampilkan QR Code untuk menautkan sesi WhatsApp. Buka WhatsApp di HP, masuk ke menu Linked Devices, pilih Link a Device, lalu scan QR Code dari dashboard.
Tunggu beberapa detik sampai status berubah menjadi terhubung. Setelah itu nomor siap digunakan untuk menerima chat, menjalankan auto reply, mengirim broadcast, dan dipakai oleh fitur automation lain.
Pastikan HP tetap punya koneksi internet yang stabil agar sesi WhatsApp tetap online. Jika nomor sering logout, broadcast dan auto reply bisa terganggu.
Baca juga: Cara Menghubungkan Device WhatsApp ke Kirimi.
3. Rapikan Kontak Sebelum Broadcast
Broadcast yang efektif selalu dimulai dari database kontak yang rapi. Di Kirimi, kontak bisa ditambahkan manual atau diimpor dari file CSV, Excel, XLSX, atau VCF. Minimal pastikan file memiliki kolom nama dan nomor telepon dengan format yang benar.
Gunakan grup atau tag untuk membagi kontak, misalnya Customer, VIP, Supplier, Leads Baru, atau Pelanggan Lama. Segmentasi seperti ini membuat pesan lebih relevan dan mengurangi risiko pelanggan merasa menerima spam.
Sebelum mengirim broadcast, lakukan pengecekan:
- Nomor kontak valid dan memakai format 62xxx.
- Kontak sudah memberi izin atau pernah berinteraksi dengan bisnis.
- Kontak dikelompokkan berdasarkan kebutuhan campaign.
- Kontak tidak aktif atau duplikat sudah dibersihkan.
Lihat panduan lengkapnya di Panduan Manajemen Kontak Kirimi.
4. Kirim Broadcast WhatsApp yang Lebih Aman
Fitur broadcast dipakai untuk mengirim pesan massal ke banyak kontak. Di Kirimi, kamu bisa memilih device pengirim, memilih penerima berdasarkan kontak atau grup, menulis pesan, menambahkan media, lalu mengirim langsung atau menjadwalkannya.
Agar broadcast lebih efektif, gunakan variabel seperti <<nama>> untuk membuat pesan terasa personal. Kamu juga bisa memakai spintax seperti {Halo|Hi|Selamat pagi} agar variasi pesan lebih natural.
Contoh alur broadcast yang disarankan:
- Buka menu Broadcast dan pilih Buat Broadcast.
- Pilih device WhatsApp yang aktif.
- Pilih kontak atau grup penerima yang relevan.
- Tulis pesan dengan variabel dan spintax seperlunya.
- Tambahkan media jika memang membantu konteks.
- Pilih kirim langsung atau jadwalkan pada waktu terbaik.
Waktu broadcast yang sering dipakai adalah pagi sekitar 09.00-11.00 atau malam sekitar 19.00-21.00, tetapi tetap sesuaikan dengan kebiasaan audiens bisnismu.
Baca: Panduan Broadcast WhatsApp di Kirimi.
5. Gunakan Auto Reply untuk Balasan Cepat
Auto reply membantu bisnis menjawab chat otomatis berdasarkan keyword atau kondisi tertentu. Fitur ini cocok untuk pertanyaan berulang seperti harga, katalog, jam buka, alamat, status pesanan, atau cara order.
Untuk membuat auto reply, buka menu Auto Reply, pilih device, tentukan trigger keyword, lalu tulis pesan balasan. Gunakan bahasa yang jelas dan berikan langkah berikutnya agar pelanggan tidak berhenti di tengah percakapan.
Contoh penggunaan auto reply:
- Keyword harga untuk mengirim daftar harga.
- Keyword katalog untuk mengirim link katalog produk.
- Keyword order untuk menjelaskan format pemesanan.
- Keyword alamat untuk mengirim lokasi toko atau kantor.
Panduan fitur ini tersedia di Panduan Auto Reply Kirimi.
6. Aktifkan AI Agent untuk Customer Service Otomatis
AI Agent bisa membantu menjawab pertanyaan pelanggan secara lebih fleksibel dibanding auto reply berbasis keyword. Di Kirimi, AI Agent bisa dihubungkan ke device WhatsApp yang sudah aktif, lalu diberi prompt dan pengetahuan bisnis.
Prompt AI Agent yang baik minimal memiliki empat komponen:
- Identitas dan peran: jelaskan siapa AI tersebut dan tugas utamanya.
- Pengetahuan produk: masukkan informasi produk, layanan, harga, stok, garansi, dan kebijakan.
- Gaya komunikasi: tentukan apakah AI memakai bahasa formal, santai, atau campuran.
- Aturan dan batasan: jelaskan hal yang boleh dijawab, harus ditolak, atau perlu diarahkan ke admin.
Setelah AI Agent aktif, uji dengan beberapa pertanyaan nyata dari pelanggan. Perbaiki prompt jika jawaban masih terlalu umum, terlalu panjang, atau belum sesuai gaya brand.
Baca lanjutan: Setup Device ke AI Agent dan Panduan Prompt AI Agent.
7. Reminder Otomatis untuk Follow Up Pelanggan
Reminder dipakai untuk mengirim pengingat otomatis melalui WhatsApp. Fitur ini berguna untuk jadwal pembayaran, follow up pesanan, reminder konsultasi, kontrol ulang, kelas online, atau aktivitas bisnis lain yang punya waktu tertentu.
Saat membuat reminder, siapkan informasi dasar, isi pesan, penerima, dan jadwal. Jika perlu, tambahkan gambar atau media pendukung. Pesan reminder sebaiknya singkat, jelas, dan menyebutkan tindakan yang perlu dilakukan pelanggan.
Contoh pesan reminder:
Halo <<nama>>, ini pengingat bahwa jadwal konsultasi Anda adalah hari ini pukul 15.00. Mohon konfirmasi kehadiran dengan membalas pesan ini. Terima kasih.
Pelajari fitur ini di Panduan Reminder WhatsApp Kirimi.
8. Template Pesan, Variabel, dan Spintax
Konten pesan menentukan kualitas respons pelanggan. Karena itu, Kirimi menyediakan template pesan, variabel personalisasi, dan spintax agar komunikasi lebih rapi dan tidak terasa seperti pesan massal yang sama untuk semua orang.
Gunakan variabel seperti <<nama>>, <<toko>>, atau <<total>> untuk mengisi data pelanggan secara otomatis. Untuk variasi kalimat, gunakan spintax seperti {Halo|Hi|Selamat pagi}.
Contoh template sederhana:
Halo <<nama>>,
Terima kasih sudah berbelanja di <<toko>>.
Pesanan Anda sudah kami proses. Jika ada pertanyaan, silakan balas pesan ini.
Baca panduan terkait: Template Pesan, Variabel Personalisasi, dan Spintax WhatsApp.
9. Integrasi WhatsApp dengan Google Form, Webhook, dan n8n
Selain dipakai dari dashboard, Kirimi juga bisa diintegrasikan dengan sistem lain. Untuk kebutuhan sederhana, Google Form bisa dipakai sebagai trigger agar setiap respons baru mengirim WhatsApp otomatis melalui Google Apps Script.
Untuk kebutuhan developer, webhook memungkinkan sistem menerima notifikasi real-time seperti pesan masuk atau event perangkat. Endpoint webhook perlu memakai HTTPS, menerima HTTP POST, memvalidasi payload, dan merespons cepat agar tidak timeout.
Jika bisnis memakai automation workflow, Kirimi juga dapat digunakan bersama n8n melalui community node. Alurnya: install node, salin API Key dari dashboard Kirimi, buat credential di n8n, lalu gunakan operation seperti Send Message, Send Media, atau Get Status.
Panduan terkait:
10. OTP WhatsApp untuk Aplikasi dan Login
Kirimi juga mendukung penggunaan WhatsApp untuk OTP. Fitur ini cocok untuk verifikasi login, validasi transaksi, pendaftaran akun, atau konfirmasi tindakan penting di aplikasi.
Best practice OTP WhatsApp:
- Jangan menyimpan atau menampilkan kode OTP di log publik.
- Gunakan HTTPS untuk semua request API.
- Validasi format nomor sebelum mengirim OTP.
- Batasi percobaan generate dan validasi OTP untuk mencegah abuse.
- Berikan masa berlaku kode yang singkat.
Detail endpoint dan contoh implementasi tersedia di Panduan OTP WhatsApp Kirimi.
11. WABA dan Coexistence untuk Bisnis yang Lebih Serius
Untuk bisnis yang membutuhkan WhatsApp Business API resmi dari Meta, Kirimi menyediakan panduan WABA dan Coexistence. WABA biasa berarti nomor berpindah sepenuhnya ke WhatsApp Business Cloud API, sedangkan WABA Coexistence memungkinkan nomor tetap digunakan di aplikasi WhatsApp Business di HP sekaligus terhubung ke API.
WABA Coexistence cocok untuk bisnis yang masih ingin membalas manual dari HP, tetapi juga membutuhkan automation, broadcast, dan integrasi dari Kirimi. Sementara itu, WABA dedicated lebih cocok untuk operasional yang sudah siap berjalan penuh melalui API.
Sebelum aktivasi, pastikan bisnis punya akses ke Business Manager atau Business Portfolio Meta, nomor yang akan digunakan siap diverifikasi, dan display name sesuai kebijakan Meta.
Baca panduan lengkapnya di Panduan WABA dan Coexistence Kirimi.
Checklist Best Practice Menggunakan Kirimi
- Mulai dari satu nomor aktif yang stabil sebelum menambah banyak device.
- Rapikan database kontak dan gunakan segmentasi grup atau tag.
- Kirim broadcast hanya ke kontak yang relevan dan punya konteks dengan bisnismu.
- Gunakan variabel dan spintax agar pesan lebih personal.
- Buat auto reply untuk pertanyaan berulang sebelum memakai AI Agent.
- Uji prompt AI Agent dengan pertanyaan pelanggan yang realistis.
- Gunakan webhook atau n8n jika proses bisnis perlu terhubung ke sistem lain.
- Selalu jaga kualitas pesan agar penerima tidak merasa terganggu.
Kesimpulan
Kirimi membantu bisnis menggunakan WhatsApp bukan hanya sebagai aplikasi chat, tetapi sebagai kanal operasional yang bisa diotomatisasi. Mulai dari menghubungkan device, mengelola kontak, menjalankan broadcast, membuat auto reply, mengaktifkan AI Agent, mengirim reminder, sampai membangun integrasi developer, semuanya bisa disusun bertahap sesuai kebutuhan bisnis.
Jika baru mulai, jangan langsung memakai semua fitur sekaligus. Bangun fondasi dari device, kontak, auto reply, dan broadcast. Setelah alur utama berjalan, lanjutkan ke AI Agent, reminder, OTP, webhook, n8n, atau WABA sesuai skala bisnis.
