tutorial28 Oktober 2026

Keranjang Ditinggalkan WooCommerce ke WhatsApp dengan CartFlows

Keranjang ditinggalkan WooCommerce WhatsApp: pasang plugin CartFlows, tempel webhook URL, uji Trigger Sample, dan atur aturan 1 pengingat per nomor per hari.

Keranjang ditinggalkan WooCommerce WhatsApp bisa dijalankan dengan plugin gratis Cart Abandonment Recovery dari CartFlows: tempel webhook URL dari layanan pengirim WhatsApp ke pengaturan Webhook plugin itu. Saat pembeli berhenti di checkout, plugin dapat meneruskan data keranjang ke URL tersebut dan pesan WhatsApp dijadwalkan dari sana. Artikel ini memakai Kirimi sebagai contoh, tetapi alurnya sama untuk layanan lain yang menerima webhook.

Ringkasnya: WooCommerce sendiri tidak merekam keranjang yang ditinggalkan, jadi kamu butuh plugin pencatat. Cart Abandonment Recovery mencatatnya dan meneruskannya lewat webhook. Uji dengan Trigger Sample, lalu uji dengan keranjang sungguhan sebelum diaktifkan untuk semua pembeli.

Apa itu keranjang ditinggalkan di WooCommerce dan kenapa perlu plugin?

Keranjang ditinggalkan adalah keranjang yang sudah diisi pembeli (dan biasanya sudah memasukkan data di halaman checkout) tetapi tidak pernah menjadi pesanan. Keranjang yang berhenti sebelum checkout selesai tidak menjadi pesanan yang bisa kamu proses, jadi tidak memicu notifikasi pesanan biasa. Webhook order (Order created, Order updated, Order deleted) baru bekerja setelah order ada, itu sebabnya setup webhook order WooCommerce dibahas terpisah.

Angkanya besar. Baymard Institute, yang merangkum 50 studi, menghitung rata-rata keranjang ditinggalkan sebesar 70,22% (per pembaruan 22 September 2025). Itu rata-rata global, bukan angka toko Indonesia atau toko kamu. Sumbernya ada di sini.

Apa itu Cart Abandonment Recovery by CartFlows?

Cart Abandonment Recovery adalah plugin gratis dari CartFlows untuk WooCommerce. Plugin ini mencatat keranjang yang berhenti di checkout, dan punya fitur Webhook yang mengirim data keranjang ke URL yang kamu tentukan. Dokumentasi CartFlows memakai Zapier sebagai contoh penerima, tetapi URL itu bisa diganti dengan URL penerima lain, termasuk webhook Kirimi. Dokumentasi resmi pengaturan webhook-nya menjelaskan menu dan tombolnya.

Bagaimana alurnya dengan Kirimi?

Tidak ada plugin Kirimi yang dipasang di WordPress. Alurnya begini:

  1. Pembeli mengisi data di checkout, termasuk nomor telepon, lalu pergi.
  2. Cart Abandonment Recovery mencatat keranjang itu dan mengirimkannya ke webhook URL.
  3. Kirimi menerima data, menjadwalkan pengingat, lalu mengirim pesan WhatsApp ke nomor pembeli.

Fitur ini adalah tambahan opsional di integrasi WooCommerce Kirimi, tersedia di paket berbayar (Lite, Basic, Pro). Per Oktober 2026 paket Lite mulai Rp29.000/bulan. Kirimi tidak menarik biaya tambahan per integrasi. Jika kamu mengirim lewat WABA, Meta menagih biaya pesan sesuai tarifnya.

Bagaimana cara menghubungkannya?

Pastikan toko sudah tersambung ke Kirimi dulu lewat Integrasi, WooCommerce, Sambungkan WooCommerce. Kalau belum, ikuti panduan webhook order WooCommerce sebelum lanjut.

Langkah di Kirimi dan WordPress

  1. Di dashboard Kirimi, buka Integrasi lalu WooCommerce, dan pilih toko kamu.
  2. Aktifkan pengingat keranjang ditinggalkan. Pengaturan ini mati secara default, jadi tidak ada pesan keranjang yang terkirim sebelum kamu menyalakannya.
  3. Salin webhook URL yang ditampilkan Kirimi.
  4. Di WordPress, pasang dan aktifkan plugin Cart Abandonment Recovery dari CartFlows (Plugins, Add New, cari namanya).
  5. Buka WooCommerce > Cart Abandonment > Integrations, pilih menu Webhook di sebelah kiri, lalu nyalakan Enable Webhook.
  6. Tempel URL tadi di kolom Webhook URL dan simpan.

Nama menu di atas mengikuti dokumentasi CartFlows per Oktober 2026. Versi plugin lain bisa menamai atau menata menunya sedikit berbeda, jadi cocokkan dengan tampilan di instalasimu. Jangan nyalakan Create Coupon Code hanya karena ada di halaman yang sama: opsi itu membuat plugin mengirim email kupon ke pembeli, bukan WhatsApp, dan tidak diperlukan untuk pengingat ini.

Kenapa URL toko harus sama persis?

Kirimi mensyaratkan bahwa URL toko yang kamu isi di Kirimi harus sama persis dengan domain di link CartFlows. https://tokokaos.example dan https://www.tokokaos.example dianggap berbeda. Buka halaman toko di browser, lihat alamat yang benar-benar dipakai (apakah memakai www), lalu samakan di Kirimi. Kalau keranjang masuk tetapi tidak ada pesan, periksa ini lebih dulu.

Bagaimana cara mengujinya?

  1. Di halaman Webhook plugin, klik Trigger Sample. Ini mengirim data contoh ke URL supaya penerima bisa membacanya.
  2. Dokumentasi CartFlows tidak merinci isi data contoh dan tidak menyebut apakah nomor telepon ikut terkirim. Jangan berasumsi: lihat sendiri hasilnya di Kirimi.
  3. Lakukan uji nyata. Tambahkan produk ke keranjang di toko, isi nama dan nomor seluler Indonesia milikmu di checkout, lalu tutup halaman tanpa membayar.
  4. Tunggu sesuai jeda pengingat, lalu buka Riwayat pengingat di Kirimi. Statusnya tertulis Terjadwal, Terkirim, Dilewati, Gagal, atau Dibatalkan, lengkap dengan alasan jika dilewati atau gagal.

Langkah terakhir yang paling penting: kamu melihat apakah nomormu benar-benar menerima pesan, bukan hanya apakah webhook terkirim.

Aturan apa yang dipakai Kirimi pada pengingat keranjang?

SituasiYang terjadi
Satu nomor punya beberapa keranjang dalam sehariMaksimal 1 pengingat keranjang per nomor per hari
Nomor yang sama sudah membeliPengingat keranjang dilewati
Nomor kosong atau bukan nomor seluler IndonesiaDilewati
Toggle pengingat keranjang belum dinyalakanTidak ada pesan yang dikirim (default mati)

Placeholder pesan yang tersedia: {{customer_name}}, {{store_name}}, {{total}}, {{checkout_url}} dan {{items}}. Contoh pesan lewat Perangkat untuk Toko Kaos Nusantara: "Halo {{customer_name}}, keranjangmu di {{store_name}} senilai {{total}} masih tersimpan. Lanjutkan di sini: {{checkout_url}}".

Bagaimana soal izin pembeli dan nomor telepon?

Kirimi tidak bisa memeriksa izin pembeli di CartFlows, jadi memastikannya adalah tugas pemilik toko; konsepnya dibahas di artikel izin pemasaran. Keranjang tanpa nomor akan dilewati, dan cara memastikan nomor terisi ada di artikel nomor WhatsApp pembeli.

Jika kamu mengirim lewat WABA, pengingat keranjang termasuk kategori marketing dan harus memakai template yang disetujui Meta. Pengingat pembayaran transfer yang sudah ada order-nya berbeda: itu utility dan dibahas di artikel pengingat transfer bank WooCommerce.

Seberapa besar hasilnya?

Kami tidak punya angka pemulihan keranjang untuk Kirimi dan tidak akan menebaknya. Angka pemulihan yang beredar di internet sebaiknya tidak kamu jadikan patokan kecuali metodenya jelas. Ukur sendiri: bandingkan jumlah pengingat Terkirim dengan order yang masuk pada pembeli yang sama selama beberapa minggu.

Pasang plugin dan tempel URL

Kalau mau mencoba, daftar di dash.kirimi.id dan ikuti panduan integrasi WooCommerce (ada video 3 menit). Jika kamu memakai layanan lain, langkah di plugin CartFlows tetap sama: hanya URL penerimanya yang berbeda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah saya perlu memasang plugin dari Kirimi di WordPress?

Tidak. Plugin yang kamu pasang adalah Cart Abandonment Recovery dari CartFlows. Kirimi hanya menyediakan webhook URL yang kamu tempel di pengaturan plugin itu.

Berapa pengingat yang diterima satu pembeli?

Kirimi mengirim maksimal 1 pengingat keranjang per nomor per hari. Jika nomor yang sama sudah membeli, pengingat keranjangnya dilewati.

Kenapa pengingat keranjang tidak terkirim padahal toggle sudah aktif?

Penyebab paling umum adalah URL toko di Kirimi tidak sama persis dengan domain di link CartFlows (www berbeda dengan non-www), pembeli tidak mengisi nomor telepon, atau nomornya bukan nomor seluler Indonesia. Buka Riwayat pengingat di Kirimi untuk melihat alasan Dilewati atau Gagal.

Apakah Kirimi memeriksa izin pembeli untuk keranjang CartFlows?

Tidak. Kirimi tidak bisa memverifikasi consent untuk data keranjang dari CartFlows, jadi tanggung jawab memastikan pembeli setuju dihubungi ada pada pemilik toko. Pasang teks atau checkbox persetujuan di checkout dan tulis di kebijakan privasi.

Bisakah pengingat keranjang dikirim lewat WABA?

Bisa, tetapi lewat WABA pesan harus memakai template yang disetujui Meta, dan pengingat keranjang termasuk kategori marketing. Template dengan header gambar, video, dokumen, atau tombol link bervariabel belum didukung. Lewat Perangkat (nomor WhatsApp yang dipindai QR) pesan berupa teks bebas.

Berapa persen keranjang yang bisa kembali dibeli?

Tidak ada angka yang bisa kami janjikan. Rata-rata keranjang ditinggalkan di toko online memang tinggi (70,22% menurut Baymard Institute), tetapi persentase yang kembali membeli bergantung pada toko, produk, dan isi pesanmu.

Sumber

Bagikan artikel ini

Siap otomatisasi WhatsApp bisnis Anda?

Mulai gratis, tanpa kartu kredit. Setup dalam 5 menit.

Coba Gratis Sekarang

Butuh bantuan?

Tim CS siap membantu via WhatsApp

Chat CS