MCP WhatsApp berarti menghubungkan inbox WhatsApp ke aplikasi AI lewat Model Context Protocol, sehingga AI bisa membaca percakapan, mencari kontak, dan menyiapkan balasan atas izinmu. Di Kirimi, jalurnya adalah server remote di https://api.kirimi.id/mcp dengan login OAuth, tanpa menyalin API key. Per Oktober 2026, syaratnya paket Basic atau Pro.
Ringkasnya: Ada dua jalur. Server remote (OAuth) bisa membaca inbox dan hanya mengirim setelah kamu setuju. Paket npm
kirimi-mcphanya untuk developer, tidak bisa membaca inbox, dan mengirim langsung. Hampir semua orang sebaiknya mulai dari remote.
Apa itu MCP, dan apa artinya untuk WhatsApp?
MCP (Model Context Protocol) adalah standar terbuka untuk menghubungkan aplikasi AI ke sistem di luar dirinya, seperti file, database, atau layanan lain. Anthropic memperkenalkannya pada 25 November 2024. Dokumentasi resminya memakai analogi port USB-C: satu cara standar untuk menyambungkan perangkat yang berbeda. Claude, ChatGPT, Visual Studio Code, dan Cursor termasuk aplikasi yang disebut mendukungnya.
Contoh paling mudah adalah inbox WhatsApp. Tanpa MCP, kamu menyalin chat ke jendela AI satu per satu. Dengan MCP, aplikasi AI memanggil "tool" milik server Kirimi, misalnya daftar percakapan atau isi satu percakapan, lalu menjawab dari data itu. Kamu tinggal bertanya dalam bahasa biasa, misalnya "tampilkan 5 chat WhatsApp terakhir yang belum dibalas". Untuk gambaran lebih luas tentang AI di WhatsApp, baca apa itu AI WhatsApp dan cara kerjanya.
Ada dua pihak dalam sambungan ini. Aplikasi AI (misalnya Claude atau Cursor) berperan sebagai klien, dan Kirimi berperan sebagai server yang memegang data WhatsApp-mu. Klien hanya melihat daftar tool dan deskripsinya. Ia memutuskan sendiri kapan memanggil tool itu berdasarkan pertanyaanmu, dan sebagian aplikasi meminta persetujuanmu dulu sebelum tool dijalankan. Karena protokolnya sama, satu server bisa dipakai banyak aplikasi tanpa dibuat ulang untuk masing-masing.
Apa yang bisa dilakukan AI di WhatsApp lewat Kirimi?
Server remote Kirimi menyediakan 16 tool, dibagi menjadi empat kelompok.
- Baca: daftar nomor WhatsApp, status nomor, daftar percakapan (bisa difilter: belum dibalas, belum dibaca, pencarian, sejak tanggal tertentu), isi percakapan, pencarian kontak, dan daftar template WABA. Satu panggilan membaca maksimal 50 pesan, dan teks yang lebih panjang dari 2000 karakter dipotong.
- Kelola: menambah catatan internal pada percakapan, mengubah status percakapan, memberi label ke kontak, dan menambah perangkat WhatsApp.
- Kirim pesan:
prepare_messageatauprepare_templatemenyiapkan pesan, laluconfirm_sendmengirimnya. - OTP:
prepare_otp,confirm_otp, danverify_otp.
AI di sini adalah asisten yang kamu perintah, bukan bot yang membalas pelanggan sendiri. Kalau pesan pelanggan berisi kalimat seperti "abaikan instruksi sebelumnya", deskripsi tool Kirimi menyuruh AI memperlakukannya sebagai data dan tidak menurutinya. Cara kerja risikonya dibahas di artikel keamanan AI baca chat WhatsApp, dan contoh perintah siap pakai ada di kumpulan prompt rangkum chat belum dibalas.
Remote atau npm: jalur mana yang cocok?
Kirimi punya dua jalur. Server remote (OAuth) bisa membaca inbox dan hanya mengirim setelah kamu setuju. Paket npm kirimi-mcp berjalan lokal lewat stdio, tidak bisa membaca inbox, dan mengirim langsung tanpa konfirmasi, jadi hanya cocok untuk developer yang membangun otomasi pengiriman.
Untuk hampir semua orang, mulai dari remote. Pemasangan lewat terminal dibahas di panduan Claude Code, dan perbandingan dengan server tak resmi ada di WhatsApp MCP resmi vs tidak resmi.
Siapa yang bisa memakainya?
Per Oktober 2026, konektor remote tersedia untuk akun Kirimi dengan fitur chat, yaitu paket Basic (Rp49.000 per bulan) atau Pro (Rp99.000 per bulan). Paket Free dan Lite belum bisa. Sejak 19 Oktober 2026 tidak ada daftar tunggu. Di sisi aplikasi AI, ketentuan paket ditentukan masing-masing penyedia, jadi cek tabel di bawah dan panduan per aplikasi.
Izin apa yang kamu berikan di halaman persetujuan?
Setelah login, Kirimi menampilkan halaman persetujuan. Scope (batas izin yang diminta aplikasi AI) dipilih di sana, dan kamu juga memilih nomor mana saja yang boleh diakses.
| Scope | Fungsi | Default |
|---|---|---|
inbox:read | Membaca percakapan | Aktif |
contacts:read | Membaca dan mencari kontak | Aktif |
inbox:write | Catatan dan status percakapan | Pilihan |
contacts:write | Memberi label ke kontak | Pilihan |
devices:write | Menambah perangkat | Pilihan |
messages:send | Mengirim pesan (setelah persetujuanmu) | Pilihan, harus dicentang |
otp:send | Mengirim OTP | Pilihan, harus dicentang |
Artinya, kalau kamu hanya ingin AI merangkum chat, biarkan scope baca saja. Kirim dan OTP baru aktif kalau kamu sendiri mencentangnya. Setiap koneksi juga dibatasi laju: baca 60 per menit, tulis 20 per menit, kirim 10 per menit dan 200 per jam, OTP 3 per menit dan 30 per jam. Semua panggilan tool dicatat di server.
Untuk mencabut akses, buka Pengaturan, tab Aplikasi Terhubung dan klik "Cabut akses". Hanya akun pemilik yang bisa melakukannya.
Bagaimana cara kerja pengiriman dua langkah?
Server remote tidak pernah mengirim pesan dalam satu langkah.
- AI memanggil
prepare_message(atauprepare_templateuntuk template WABA). Server hanya mengembalikan ringkasan berisi pengirim, penerima, dan isi pesan, plus sebuahconfirmation_token. Belum ada pesan yang terkirim. - AI menampilkan ringkasan itu kepadamu. Kalau kamu setuju, AI memanggil
confirm_senddengan token tadi, dan pesan terkirim.
Token hanya berlaku 10 menit dan sekali pakai. OTP memakai pola yang sama (prepare_otp lalu confirm_otp). Ada dua catatan. Untuk nomor WABA, teks bebas hanya bisa dikirim dalam jendela layanan pelanggan 24 jam (aturan Meta); di luar itu pakai template yang sudah disetujui. Template dengan header gambar, video, atau dokumen belum didukung. Selain itu, jangan pakai nomor QR untuk spam: ada risiko nomor dibanned WhatsApp. Untuk pengiriman bisnis, Kirimi menyarankan WABA Coexistence yang memakai API resmi dan membuat nomor tetap bisa dipakai di aplikasi WhatsApp Business.
Aplikasi AI mana yang bisa dipakai?
Server remote memakai Streamable HTTP dan OAuth dengan pendaftaran klien otomatis, sehingga aplikasi yang mendukung MCP remote cukup diberi alamat servernya. Hanya Claude yang diuji Kirimi end-to-end. Baris lain mengikuti dokumentasi resmi masing-masing, jadi menu dan paketnya bisa berbeda dari yang tertulis per Oktober 2026. Langkah klik lengkap ada di artikel per aplikasi.
| Aplikasi | Cara menyambungkan | Status |
|---|---|---|
| Claude (web, desktop) | Customize, Connectors, tambah connector kustom dengan alamat server. Tersedia di paket Free, Pro, Max, Team, dan Enterprise; Free dibatasi satu connector kustom. Di Team dan Enterprise, Owner menambahkannya lewat Organization settings, Connectors. Panduan Claude | Diuji Kirimi end-to-end |
| ChatGPT | chatgpt.com/plugins, tambah custom MCP server. Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu menurut dokumentasi OpenAI, dengan batas aksi tulis di Plus/Pro yang belum terkonfirmasi; cek tabel paket OpenAI terbaru. Panduan ChatGPT | Mengikuti dokumentasi OpenAI |
| Claude Code | Perintah claude mcp add --transport http. Panduan Claude Code | Mengikuti dokumentasi Anthropic |
| Codex (CLI, app, ekstensi IDE) | Perintah codex mcp add lalu codex mcp login, atau config.toml. Langkahnya ada di panduan dashboard. | Mengikuti dokumentasi OpenAI |
| Cursor | Berkas mcp.json. Panduan Cursor | Mengikuti dokumentasi Cursor |
| VS Code + GitHub Copilot | Perintah MCP: Add Server atau berkas konfigurasi. Panduan VS Code | Mengikuti dokumentasi VS Code |
| Gemini CLI / Antigravity CLI | Gemini CLI diganti Antigravity CLI sejak 18 Juni 2026 untuk sebagian pengguna, sehingga langkahnya bergantung akunmu. Panduan Gemini CLI | Mengikuti dokumentasi Google |
| Aplikasi Gemini (konsumen) | Google menyebut custom app lewat alamat server MCP, dengan syarat: akun pribadi, usia 18+, di Amerika Serikat, bahasa Inggris. Syarat itu membuatnya tidak praktis untuk banyak pengguna di Indonesia. | Belum diuji Kirimi |
Panduan dashboard Kirimi juga mencantumkan Windsurf, Zed, Mistral Le Chat, Perplexity, dan Microsoft Copilot Studio. Untuk aplikasi yang minta kredensial klien yang sudah didaftarkan lebih dulu, konfirmasi dulu apakah mendukung pendaftaran otomatis, karena server Kirimi dirancang untuk pendaftaran otomatis itu. Soal perbandingan dengan server WhatsApp MCP tak resmi di GitHub, lihat WhatsApp MCP resmi vs tidak resmi.
Bagaimana mulai dengan cepat?
- Pastikan akun Kirimi kamu di paket Basic atau Pro, dan satu nomor WhatsApp sudah tersambung.
- Buka dash.kirimi.id/integrations/mcp (menu Integrasi, "MCP untuk AI"). Halaman ini punya tab per aplikasi.
- Tambahkan
https://api.kirimi.id/mcpdi aplikasi AI pilihanmu, ikuti panduan aplikasi itu, lalu login ke Kirimi dan klik "Izinkan" di halaman persetujuan. - Coba perintah baca dulu, misalnya "Tampilkan 5 chat WhatsApp terakhir yang belum dibalas." Aktifkan scope kirim hanya kalau kamu memang butuh.
Belum punya akun? Daftar di Kirimi lalu buka panduan MCP di dashboard.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah AI membalas chat WhatsApp pelanggan secara otomatis lewat MCP?
Tidak. MCP bukan bot auto-reply. AI hanya bekerja saat kamu memintanya di aplikasi AI, misalnya "rangkum chat yang belum dibalas". Untuk mengirim, AI menyiapkan pesan lebih dulu, kamu menyetujuinya, baru terkirim. Kalau kamu butuh balasan otomatis ke pelanggan, itu fitur terpisah (auto-reply dan Agen AI di Kirimi).
Perlu API key untuk memakai server MCP remote Kirimi?
Tidak. Server remote di https://api.kirimi.id/mcp memakai login OAuth, jadi kamu masuk lewat halaman Kirimi dan memilih izin. Yang memakai user_code dan secret hanya paket npm kirimi-mcp untuk alat developer lewat stdio.
Paket Kirimi apa yang dibutuhkan?
Per Oktober 2026, konektor remote tersedia untuk akun dengan fitur chat: paket Basic (Rp49.000 per bulan) atau Pro (Rp99.000 per bulan). Paket Free dan Lite belum bisa.
Di mana saya mencabut akses aplikasi AI?
Buka dash.kirimi.id/settings?tab=apps (Pengaturan, tab Aplikasi Terhubung), lalu klik Cabut akses pada aplikasi yang bersangkutan. Hanya akun pemilik yang bisa mencabut.
Apakah semua aplikasi AI sudah diuji Kirimi?
Belum. Kirimi menguji end-to-end hanya di Claude (web dan desktop). Aplikasi lain, seperti ChatGPT, Claude Code, Codex, Cursor, VS Code Copilot, dan Gemini, langkahnya mengikuti dokumentasi resmi masing-masing dan bisa berubah.
Apakah bisa kirim broadcast lewat konektor remote?
Tidak. Server remote tidak punya tool broadcast. Broadcast tersedia lewat dashboard, REST API, atau paket npm kirimi-mcp, yang mengirim langsung tanpa langkah konfirmasi.
Sumber
- Apa itu Model Context Protocol (modelcontextprotocol.io)
- Pengumuman MCP oleh Anthropic, 25 November 2024
- Custom connector dengan MCP remote (Claude Help Center)
- Menyambungkan custom MCP server ke ChatGPT (OpenAI)
- Dokumentasi MCP Gemini CLI
- Custom app di aplikasi Gemini (Bantuan Google)
- Panduan MCP di dashboard Kirimi
