perbandingan28 Oktober 2026

Email atau WhatsApp untuk Pengingat Checkout Shopify?

Email atau WhatsApp untuk pengingat checkout Shopify? Bandingkan syarat data, izin, jam kirim, dan cara memakai keduanya tanpa menggandakan pesan.

Untuk pengingat checkout Shopify, email dan WhatsApp tidak saling menggantikan karena keduanya butuh data pembeli yang berbeda: email butuh alamat email, WhatsApp butuh nomor ponsel. Jadi pertanyaan email atau WhatsApp untuk pengingat checkout Shopify sebaiknya dijawab dari data apa yang sebenarnya diisi pembeli di tokomu, bukan dari kanal mana yang katanya lebih ampuh.

Ringkasnya: email bawaan Shopify berjalan tanpa tambahan apa pun tetapi tidak terkirim untuk pembeli yang hanya mengisi nomor telepon. WhatsApp butuh nomor ponsel Indonesia, izin, dan (di jalur WABA) template yang disetujui Meta. Banyak toko memakai keduanya dengan jeda yang berbeda.

Bagaimana cara kerja email checkout ditinggalkan bawaan Shopify?

Shopify menganggap checkout ditinggalkan jika belum selesai lebih dari sepuluh menit. Untuk mengirim email pemulihan, pakai otomatisasi bawaan di Apps > Messaging > Automations. Pada otomatisasi "Abandoned checkout emails by Shopify", klik ikon aksi lalu pilih Edit settings. Di sana ada dua pengaturan: Send to (kategori pengunjung yang menerima email) dan Send after (berapa lama setelah checkout ditinggalkan).

Halaman bantuan Shopify tidak mencantumkan daftar pilihan kedua pengaturan itu, tidak menyebut nilai bawaannya, dan tidak membahas persetujuan pemasaran untuk email ini. Buka layar Edit settings di tokomu dan baca pilihan yang muncul di sana. Definisi lengkap dan lokasi daftar checkout ada di artikel tentang abandoned checkout Shopify.

Kapan email pemulihan Shopify tidak terkirim?

Ini alasan paling praktis untuk menambah kanal lain. Menurut Help Center Shopify, email tidak dikirim dalam kondisi berikut:

  • Pembeli memilih memasukkan nomor telepon (jika tokomu mengizinkan nomor telepon sebagai kontak) dan tidak mengisi email.
  • Pembeli menyelesaikan pembelian sebelum email terkirim.
  • Terjadi error saat memproses pembayaran.
  • Toko tidak mengirim ke alamat pembeli, atau tidak ada produk yang bisa dibeli.
  • Semua produk gratis dan tidak ada ongkos kirim.
  • Shopify Payments memblokir pembayaran karena checkout dinilai berisiko tinggi.

Kondisi pertama bergantung pada setelan di Settings > Checkout. Opsi Customer contact method berisi "Phone number or email" dan "Email", dan pada toko baru yang terpilih adalah "Email". Jika tokomu memilih "Phone number or email", sebagian pembeli akan masuk daftar checkout tanpa alamat email. Untuk mereka, email memang tidak ada jalannya.

Satu catatan lain dari Shopify: siapa pun yang membuka tautan pemulihan bisa melanjutkan checkout itu, dan tautan tidak bisa dinonaktifkan setelah terkirim. Itu berlaku untuk email maupun pesan WhatsApp yang memuat tautan yang sama, jadi sebaiknya jangan diteruskan sembarangan.

Apa yang berbeda dari pengingat WhatsApp?

WhatsApp mengubah tiga hal: data yang dibutuhkan, aturan izin, dan bentuk pesan.

  • Nomor. Pesan hanya bisa terkirim jika nomor ada. Karena itu pengaturan Shipping address phone number di Settings > Checkout (pilihan Don't include, Optional, Required; bawaan toko baru Optional) ikut menentukan berapa pembeli yang bisa dihubungi. Caranya ada di panduan nomor WhatsApp pembeli di checkout.
  • Izin. Kebijakan WhatsApp Business Messaging menyatakan bisnis hanya boleh menghubungi orang jika mereka memberikan nomornya dan bisnis sudah menerima opt-in dari penerima. Metode opt-in diserahkan ke bisnis. Bahasan dari sisi Shopify ada di artikel izin pemasaran Shopify.
  • Bentuk pesan. Lewat WhatsApp Business API resmi, pesan yang memulai percakapan harus memakai template. Meta mengelompokkan template ke marketing (tujuan promosi) dan utility (tujuan transaksional atau informasi), dan menagih per pesan terkirim. Rincian tarif ada di artikel biaya WABA.

Seperti apa perbandingan keduanya?

AspekEmail bawaan ShopifyWhatsApp lewat Kirimi
Data pembeli yang dibutuhkanAlamat emailNomor ponsel Indonesia (08xx atau +628xx)
Checkout hanya berisi nomor teleponEmail tidak terkirimBisa dikirim, selama nomornya valid
Pengaturan waktuSend after di Edit settingsJeda 15 sampai 1440 menit
IzinHalaman bantuan tidak merinciOpsi "Hanya kirim ke pembeli yang setuju"; kebijakan opt-in WhatsApp berlaku
BiayaCek paket Shopify tokomuTergantung pengirim; jalur WABA ditagih Meta per pesan terkirim

Bagaimana dengan klaim open rate WhatsApp?

Angka 98% yang sering beredar tidak punya sumber yang jelas. Laporan benchmark Chatarmin 2026 sendiri menyebutnya "folklore". Laporan yang sama mencatat open rate tertimbang 79,6% dari 11,8 juta pesan kampanye terkirim pada Maret sampai Mei 2026, dihitung dari read receipt dibagi pesan terkirim. Sampelnya pelanggan Chatarmin dan tidak mewakili e-commerce secara umum, dan laporan itu menunjuk median per merek 72,05% sebagai target yang lebih realistis.

Untuk email, Mailchimp mencatat rata-rata open rate e-commerce 29,81% dan click rate 1,74% (data Desember 2023), dengan peringatan bahwa akurasi open rate bisa terpengaruh perubahan privasi Apple. Keduanya data vendor dari sampel pelanggan masing-masing dengan cara hitung berbeda, jadi jangan dibandingkan langsung. Data itu juga bukan data toko Indonesia, dan tidak mengukur berapa checkout yang akhirnya selesai.

Kanal mana yang cocok untuk jenis tokomu?

  • Toko yang mewajibkan email dan jarang menerima checkout tanpa email: email bawaan sudah menjangkau hampir semua checkout. WhatsApp menjadi tambahan.
  • Toko yang membuka kontak "Phone number or email": ada pembeli tanpa email, jadi pengingat WhatsApp menjangkau yang tidak terjangkau email.
  • Toko tanpa izin pemasaran yang jelas dari pembeli: selesaikan dulu urusan izinnya sebelum menyalakan WhatsApp.

Bagaimana memakai email dan WhatsApp tanpa menggandakan pesan dengan Kirimi?

Kedua otomatisasi berjalan sendiri. Shopify tidak tahu Kirimi ikut mengirim, dan sebaliknya. Yang bisa kamu atur adalah jedanya.

  1. Biarkan email Shopify aktif dan catat nilai Send after yang kamu pilih.
  2. Atur jeda pengingat WhatsApp di Kirimi lebih panjang dari email, misalnya beberapa jam setelahnya. Rentang yang diizinkan 15 sampai 1440 menit.
  3. Jika pembeli menyelesaikan checkout sebelum jeda habis, Kirimi membatalkan pengingat yang terjadwal. Pantau hasilnya di "Riwayat pengingat" (Terjadwal, Terkirim, Dilewati, Gagal, Dibatalkan).

Kirimi menerima data checkout lewat webhook Shopify, tanpa aplikasi yang dipasang. Pilihan pengirim (Perangkat atau WABA) dan batasannya dibahas di artikel aplikasi atau webhook, dan langkah koneksi lengkap ada di panduan menghubungkan Shopify ke WhatsApp.

Integrasi toko tersedia di paket berbayar Lite, Basic, dan Pro, mulai Rp29.000 per bulan (paket Lite, per Oktober 2026). Ingin mencoba? Daftar di dash.kirimi.id, lalu ikuti panduan integrasi Shopify yang berisi video dua menit.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Shopify mengirim email pemulihan checkout secara otomatis?

Shopify punya otomatisasi bernama "Abandoned checkout emails by Shopify" di Apps > Messaging > Automations. Kamu mengatur kategori penerima (Send to) dan jeda pengiriman (Send after) lewat Edit settings. Per Oktober 2026, halaman bantuan Shopify tidak merinci pilihan nilai maupun nilai bawaannya, jadi cek langsung di admin tokomu.

Kenapa email checkout ditinggalkan tidak terkirim ke pembeli?

Shopify menyebut beberapa kondisi: pembeli hanya mengisi nomor telepon tanpa email, pembeli sudah menyelesaikan pembelian sebelum email terkirim, terjadi error pemrosesan pembayaran, toko tidak mengirim ke alamat pembeli, tidak ada produk yang bisa dibeli, atau semua produk gratis tanpa ongkos kirim. Email juga tidak dikirim jika Shopify Payments memblokir pembayaran karena dinilai berisiko tinggi.

Apakah angka open rate WhatsApp 98% benar?

Angka itu tidak punya sumber yang bisa dilacak. Laporan benchmark Chatarmin 2026 menyebutnya "folklore". Laporan yang sama mencatat open rate tertimbang 79,6% dari 11,8 juta pesan terkirim (Maret sampai Mei 2026), tetapi sampelnya pelanggan Chatarmin sendiri dan tidak mewakili e-commerce secara umum.

Bolehkah email dan WhatsApp dipakai bersamaan untuk checkout yang sama?

Bisa, tetapi keduanya berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling tahu. Atur jeda berbeda supaya pembeli tidak menerima dua pesan di menit yang sama, misalnya email lebih dulu, WhatsApp beberapa jam kemudian. Pengingat WhatsApp di Kirimi dibatalkan otomatis jika pembeli menyelesaikan checkout.

Apakah pengingat WhatsApp butuh izin dari pembeli?

Kebijakan WhatsApp Business Messaging mengharuskan penerima memberikan nomornya dan opt-in untuk menerima pesan berikutnya. Metode opt-in diserahkan ke bisnis. Di Kirimi ada opsi "Hanya kirim ke pembeli yang setuju" yang memakai persetujuan pemasaran checkout Shopify. Aturan hukum yang berlaku untuk tokomu tetap tanggung jawabmu.

Sumber

Bagikan artikel ini

Siap otomatisasi WhatsApp bisnis Anda?

Mulai gratis, tanpa kartu kredit. Setup dalam 5 menit.

Coba Gratis Sekarang

Butuh bantuan?

Tim CS siap membantu via WhatsApp

Chat CS